I made this widget at MyFlashFetish.com.

Friday, 31 January 2014

KANGKUNG

Entah kenapa teringar jer lagu "Lenggang-Lenggang Kangkung".  Justeru kunukilkan pantun ini.

Lenggang Kangkung nama diberi,
Itulah lagu waktu dahulu;
Sekarang diri dah besar tinggi,
Ingatan tetap padamu ibu.

Tengah hari menumis kangkung,
Tumis kangkung dalam kuali;
Kasihmu ibu tak mampu kuhitung,
Sayangmu ayah seikhlas hati.

Tumis kangkung campur belacan,
Harum semerbak bau di dapur;
Seringkali ibu berpesan,
Jangan leka asyik berhibur.

Petik kangkung di dalam parit,
Hati-hati bertinggung di tebing;
Mencari rezeki susah dan perit,
Jasamu ayah tidak terbanding.

Semangkuk kangkung di atas meja,
Buat hidangan para tetamu;
Walaupun diri sibuk bekerja,
Pulang ke kampung luangkan waktu.

Beli kangkung di pasar tani,
Jangan lupa sebotol budu;
Cucu-cucu penghibur hati,
Datuk dan nenek menanggung rindu.

Tanam kangkung di atas batas,
Subur tumbuhnya melata di tanah;
Memang tiada jalan pintas,
Rajin berusaha tak kenal lelah.

Celur kangkung dibuat pecal,
Makan bersama penuh selera;
Hidup di dunia sediakan bekal,
Moga di akhirat tidak merana.

Cantik kangkung bunganya putih,
Kembang pagi di tepi longkang;
Bersangka baik hati yang bersih,
Berburuk sangka jangan sebarang.

Kalau kangkung naik harga,
Sayur lain pun banyak lagi;
Pangkat dan harta tiada nilainya,
Amal ibadah dibawa mati.

No comments:

Post a Comment